Cleared Forest

Kesepakatan Brasil Mengenai Deforestasi Amazon

Deforestation milestones agreement

Brasil telah mengalami kemajuan besar dalam memperlambat deforestasi di kawasan Amazon. Sampai dengan 2013, deforestasi telah menurun hingga 70% di bawah rata-rata periode 10 tahun antara 1996-2005, menjadikan Brasil menjadi pemimpin dunia dalam mitigasi perubahan iklim. Penurunan ini dapat dicapai meskipun produksi kedelai dan daging sapi terus meningkat, dan luas lahan yang ditetapkan secara resmi sebagai wilayah masyarakat adat juga bertambah besar. Namun, upaya penting menuju model pembangunan perdesaan “rendah emisi” ini sedang terancam. Harga kedelai yang terus naik, berakhirnya sejumlah kesepakatan sukarela yang membantu memperlambat deforestasi (seperti Moratorium Kedelai), dan kelangkaan lahan peternakan yang cocok untuk dikonversi menjadi ladang kedelai, semuanya dapat mendorong laju deforestasi untuk kembali meningkat. Pada 2013 saja, sebagai contoh, laju deforestasi 28% lebih tinggi daripada 2012.

Earth Innovation Institute, bersama-sama dengan organisasi mitranya, memimpin dialog di antara berbagai sektor di Brasil guna mengatasi kesenjangan utama dalam persoalan deforestasi di Amazon, dan mencegah pembalikan terhadap penurunan laju deforestasi. Setidaknya ada delapan proses yang sedang berjalan di kawasan Amazon, Brasil, yang dirancang untuk memperlambat deforestasi. Namun, proses-proses ini menggunakan ukuran keberhasilan yang berbeda-beda, beroperasi dengan skala spasial yang berlainan dan dengan jangka waktu yang beragam. Selain itu, berbagai proses tersebut juga sangat kurang dalam memberikan insentif bagi para petani yang turut berperan memperlambat deforestasi. Dengan kata lain, strategi deforestasi sedang dibicarakan dalam “bahasa” yang berbeda, sehingga menciptakan hambatan besar terhadap penyeragaman yang diperlukan agar tren penurunan laju deforestasi akhir-akhir ini dapat berlanjut.

“Kesepakatan Deforestasi Multi-Sektor bagi Amazon” dirancang untuk membantu tercapainya penyeragaman ini. Kesepakatan ini menetapkan tambahan penanda keberhasilan pengurangan deforestasi secara inkremental hingga 2020, ketika penurunan deforestasi akan mencapai 90% di bawah rata-rata sepuluh tahun dan ketika semua pengalihan fungsi lahan hutan primer akan mencapai 90% di bawah rata-rata historis, dan akan terkompensasikan oleh hutan alami yang baru.