Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan Majukan Keberlanjutan Yurisdiksi pada Pertemuan Tahunannya


Bulan lalu, Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan (GCF) telah mengadakan Pertemuan Tahunan ke-11 di Florencia, di Departemen Caquetá, Kolombia. Tema dari pertemuan tersebut adalah “Babak Baru dalam Tata Kelola Hutan: Mempromosikan Investasi, Perlindungan Lingkungan dan Peningkatan Kesejahteraan.” Sebagai anggota GCF, Pemerintah negara bagian dan provinsi berkomitmen untuk memanfaatkan potensi hutan tropis sebagai solusi atas perubahan iklim sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada keberadaan hutan.

Adalah suatu kebanggan bagi Earth Innovation Institute untuk dapat berpartisipasi dan menyelenggarakan atau mendukung berbagai acara pada pertemuan tersebut. Beberapa kegiatan yang menjadi sorotan adalah:

  • ratifikasi aliansi untuk pembangunan berkelanjutan rendah emisi oleh Pemerintah Andes-Amazonian;
  • Panggilan untuk Kolaborasi” bagi perusahaan-perusahaan swasta yang disetujui oleh GCF;
  • peluncuran dua inisiatif baru oleh Earth Innovation Institute — “Juara Hutan Tropis” dan “Kembali ke Ikan”;
  • persetujuan atas struktur tata kelola untuk Komite Global GCF tentang Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk memajukan Prinsip-Prinsip-Prinsip Pemandu Kerjasama antara Pemerintah Daerah, Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal;
  • sesi bersama antara anggota GCF, masyarakat adat dan perwakilan komunitas lokal dan anggota masyarakat sipil untuk mengidentifikasi praktik-praktik kolaborasi terbaik selama sesi kerja paralel yang diselenggarakan oleh EII bersama dengan mitra-mitranya di Acre, Brasil;
  • sesi yang disebut sebagai “Suara dari Caquetá” yang menyoroti hasil yang dicapai oleh proyek-proyek keberlanjutan lokal;

Saya melihat semua inisiatif ini sebagai batu loncatan untuk pencapaian tujuan utama kami: menemukan strategi terbaik untuk melawan perubahan iklim, meningkatkan kesejahteraan manusia, menghentikan deforestasi dan mempromosikan pembangunan pedesaan yang lebih berkelanjutan di yurisdiksi yang kaya akan kawasan hutan ini.


Aliansi untuk Pembangunan Berkelanjutan Rendah Emisi

Pada sesi “Dari Global ke Amazon, Aliansi Pemerintah Andes-Amazon untuk Pembangunan Berkelanjutan Rendah Emisi,” gubernur dan perwakilan yang telah menandatangani Deklarasi San Francisco pada pertemuan GCF pada tahun 2018 semakin menguatkan komitmen mereka dengan menandatangani Aliansi Andes-Amazon untuk terus berbagi pengalaman dan pelajaran yang diperoleh dalam proses kemajuan mereka menuju penerapan strategi pembangunan pedesaan rendah emisi dan memperkuat tekad dari masing-masing kawasan untuk mencapai keberlanjutan. Menjadi salah satu penyelenggara sesi, bersama-sama dengan Moore Foundation, The Nature Conservancy, Nature and Culture International, Mecanismos de Desarrollo Alterno, dan Natura Foundation Bolivia, adalah kesempatan yang sangat menyenangkan.

“Panggilan untuk Kolaborasi” dengan perusahaan swasta

Tonggak penting bagi GCF telah dicapai pada Pertemuan Bisnis ketika anggota GCF menyetujui “Panggilan untuk Kolaborasi” bagi perusahaan swasta untuk berkolaborasi dalam transisi menuju pembangunan pedesaan rendah emisi. Secara khusus, Panggilan untuk Kolaborasi ini:

    • meminta perusahaan-perusahaan untuk membantu yurisdiksi dalam mewujudkan Deklarasi Rio Branco;
    • mengusulkan kerangka kerja untuk menentukan definisi yurisdiksi yang berhasil dalam transisi ini;
  • menyajikan prinsip-prinsip kunci untuk mencapai kolaborasi yang bermanfaat; dan
  • menyatakan manfaat aliansi tersebut untuk perusahaan-perusahaan

Earth Innovation Institute membantu mengembangkan dokumen tersebut dengan berkolaborasi dengan Sekretariat GCF, dan bagi saya, Panggilan ini merupakan langkah besar dalam mewujudkan komitmen GCF dengan partisipasi Sektor Swasta. Beberapa perusahaan telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam inisiatif ini.

Inisiatif “Juara Tropis Tropis” dan “Kembali ke Ikan”

Pada waktu sarapan yang dihadiri oleh hampir 70 gubernur dan perwakilan dari yurisdiksi GCF, EII mempresentasikan dua inisiatif EII yang baru, yaitu: Juara Hutan Tropis, dan Strategi Kembali ke Ikan Pan-Amazon.

Juara Hutan Tropis adalah sebuah proposal untuk menerapkan prinsip-prinsip dan definisi yang dijelaskan dalam “Panggilan untuk Kolaborasi” untuk membangun kemitraan yang kuat dan positif antara yurisdiksi yang berkomitmen kepada model pembangunan yang lebih berkelanjutan dan perusahaan nasional dan internasional yang ingin mengakui usaha-usaha tersebut, membantu membiayai transisi dan mencapai kesepakatan terkait sumber berkelanjutan.

Strategi Kembali ke Ikan Pan-Amazon berupaya untuk mempromosikan pengembangan akuakultur dan perikanan yang berkelanjutan di DAS Amazon sebagai strategi produksi pangan yang sangat produktif dan rendah emisi. Inisiatif Kembali ke Ikan ini akan mendukung yurisdiksi dalam upaya peningkatan kapasitas pengembangan akuakultur dan perikanan yang dikelola secara berkelanjutan, memfasilitasi pertukaran pengalaman antara yurisdiksi yang berpartisipasi, membantu mengembangkan insentif dan mekanisme keuangan untuk mendukung transisi menuju ikan, dan mengembangkan strategi branding Pan-Amazon yang dibangun di atas dasar berbagai asosiasi yang menghubungkan ikan Amazon dengan konservasi hutan, masyarakat adat dan tradisional serta masakan Amazon.

Kedua inisiatif tersebut diterima dengan sangat baik oleh para yurisdiksi yang berpartisipasi. Selama pertemuan, lebih dari 15 gubernur dari Brasil, Ekuador, Peru, dan Kolombia menyatakan minat mereka untuk menjadi anggota pendiri Juara Hutan Tropis dan berpartisipasi dalam Strategi Kembali ke Ikan. Menurut saya, sesi ini adalah pencapaian besar.


Memperdalam Kolaborasi antara Pemerintah Subnasional, Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal

Selama pertemuan tahunan Satuan Tugas GCF 2018, anggota GCF, perwakilan masyarakat adat dan perwakilan komunitas lokal menyepakati serangkaian Prinsip-Prinsip Pemandu untuk berkolaborasi dalam isu hutan dan iklim. Komite Global GCF untuk Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, badan utama di balik Prinsip-Prinsip Pemandu ini, meresmikan struktur tata kelola mereka yang akan memperkuat misi grup ini untuk mendukung proses regional dalam menerapkan Prinsip-Prinsip Pemandu.

Selain itu, EII, bersama dengan mitra di Acre, Brasil — Acre’s Institute for Climate Change, Pro-Indigenous Commission (CPI), dan Acre’s Indigenous Agroforestry Agents (AMAAIC) – telah menyelenggarakan sebuah sesi kerja untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik untuk mewujudkan Prinsip-Prinsip Pemandu, dari janji menuju implementasi. Sesi ini diawali dengan refleksi tentang pengalaman kolaborasi antara masyarakat adat dengan pemerintah dari Mato Grosso dan Acre, Brasil, dan Ucayali, Peru. Para peserta, termasuk perwakilan masyarakat adat dan lokal, kelompok masyarakat sipil dan anggota Satgas GCF dari seluruh Amerika Latin, Kalifornia, Norwegia, dan Indonesia, saling bertukar pengalaman dan menghasilkan daftar praktik terbaik yang dapat disebarluaskan melalui jaringan GCF. Pelajaran yang dipetik dalam sesi ini adalah kunci untuk memperkuat kemitraan yang dibutuhkan antara Pemerintah daerah, Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, dan saya tidak sabar untuk menyertakan versi akhir dari daftar tersebut ke dalam kerja-kerja kami di Kolombia.

Suara Caquetá

Pada penutupan Pertemuan Tahunan ini, EII menyelenggarakan sesi bersama yang sangat istimewa, yang disebut “Suara Caquetá“, dengan organisasi mitra utama yang terdiri atas The Nature Conservancy, Fondo Patrimonio Natural dan Fondo Acción. Sesi ini berfokus pada penyajian hasil-hasil yang dicapai oleh berbagai proyek keberlanjutan lokal yang dilaksanakan oleh organisasi-organisasi yang disebutkan di atas. Para protagonis memberikan paparan secara langsung tentang pengalaman mereka sebagai inovator sosial. Ana Silvestre menjelaskan bagaimana dia menjadi pemimpin lokal di komunitasnya, memimpin perubahan menuju peternakan sapi silvo-pastoral. Jorge Moyano dan putranya Sergio menjelaskan bagaimana peran mereka sebagai penjaga hutan dan melindungi daerah aliran sungai utama di kota mereka. Kemudian Luis Antonio Valencia, seorang guru, menjelaskan bagaimana ia menggunakan rencana pendidikan sekolahnya untuk mengintegrasikan hutan ke dalam pengalaman mengajar dan telah mengubah cara orang-orang muda melihat dan berhubungan dengan hutan sehingga membantu upaya perlindungan hutan di kawasan dengan deforestasi tinggi. Terakhir, Oliver Gasca, seorang pemimpin adat dari Masyarakat Coreguaje, menceritakan bagaimana mereka telah membuat kemajuan besar dalam mengintegrasikan budaya dan tradisi mereka ke dalam kebijakan publik melalui Rencana Hidup dan Kebijakan Publik Masyarakat Adat Caquetá. Pesan penutup adalah bagaimana kita memanfaatkan inisiatif ini dan menyebarkannya ke seluruh Caquetá untuk menciptakan dampak pembangunan berkelanjutan lebih besar yang selama ini kita upayakan dan mengajak orang lain sebanyak-banyaknya untuk melakukannya bersama-sama.

Setelah satu minggu penuh kegembiraan dan kerja keras, Pertemuan Tahunan GCF 2019 jelas merupakan kemenangan bagi pembangunan berkelanjutan rendah emisi dan EII bangga telah memainkan peran utama di dalamnya. Tantangan saat ini adalah memelihara benih-benih inisiatif yang telah kami tanam dan bergerak maju melalui penerapan solusi inovatif untuk menghentikan deforestasi, melawan perubahan iklim, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan di yurisdiksi-yurisdiksi yang berkomitmen.