Aerial forest view

Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah adalah salah satu dari lima provinsi Indonesia di Pulau Kalimantan. Pada 2011, provinsi ini terpilih sebagai provinsi untuk uji coba REDD+ di Indonesia, di bawah perjanjian bilateral dengan Norwegia yang difokuskan pada pengurangan emisi Indonesia. Kebakaran hutan dan penguraian gambut merupakan pemicu emisi terbesar di provinsi ini, yang masih terus mengalami dampak buruk akibat kegagalan “Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar” pada tahun 1990-an yang bertujuan mengubah lebih dari satu juta hektar lahan gambut menjadi sawah sebagai upaya mencukupi pangan di Indonesia. Pada 2011, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi emisi dari deforestasi, pemerintah provinsi menetapkan moratorium dua tahun bagi izin penebangan baru di hutan primer dan lahan gambut.

Produksi minyak kelapa sawit (yang berkontribusi sebesar sepertiga dari ekonomi Kalimantan Tengah) seringkali dikaitkan dengan deforestasi dan hal ini pun mulai menjadi perhatian pemerintah provinsi. Jika terus berlanjut, keterkaitan antara deforestasi dan sektor minyak kelapa sawit dapat menjadi hambatan besar untuk mengakses pasar global, sekaligus memperburuk kesejahteraan jangka panjang masyarakat Kalimantan Tengah.

  • Kalimantan Tengah adalah provinsi yang luasnya ketiga terbesar di Indonesia, dan dua per tiga dari wilayahnya merupakan daerah berhutan.

  • Peraturan Provinsi Kalimantan Tengah tentang Pengelolaan Usaha Perkebunan Berkelanjutan mengakui hak masyarakat adat atas tanah (yang pertama dari peraturan sejenis yang ada di Indonesia).

  • Sektor minyak kelapa sawit di Kalimantan Tengah berkontribusi sebesar 28% dari PDRB provinsi ini, menghasilkan 165.600 pekerjaan, dan memberikan pendapatan bagi banyak keluarga petani kecil.

Strategi

Summary of Roadmap Goals
Ringkasan berbagai sasaran Peta Jalan Kalimantan Tengah menuju pencapaian pembangunan perdesaan rendah deforestasi dengan peningkatan produksi dan pengurangan kemiskinan. (Sumber: Peta Jalan Kalimantan Tengah, 2013)

Earth Innovation Institute bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah, perusahaan minyak kelapa sawit, dan organisasi masyarakat, sedang mengembangkan “peta jalan” untuk mengurangi atau mengakhiri deforestasi dengan meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit yang ada dan mengarahkan perluasan perkebunan baru ke lahan yang sudah dibuka dan belum mencapai potensi produktifnya. Peta jalan ini berupaya mencapai peralihan ke industri kelapa sawit tanpa deforestasi, pengurangan deforestasi 80% sehingga berada di bawah rata-rata historis, dan peningkatan produksi minyak kelapa sawit oleh petani kecil dari 11% menjadi 20% dari total produksi Kalimantan Tengah pada 2020. Beberapa elemen strategi ini mencakup:

  • Komitmen dari pembeli untuk mengakui kemajuan provinsi ini dengan mengambil pasokan dari Kalimantan Tengah
  • Dukungan keuangan dan teknis bagi petani kecil dan komunitas Dayak untuk ikut serta dalam rantai pasokan kelapa sawit
  • Mengatasi hambatan birokratis terhadap minyak kelapa sawit yang berkelanjutan
  • Pembiayaan untuk membangun kapasitas kelembagaan pemerintah provinsi maupun kabupaten