Borneo forest

Papua Barat

Papua Barat adalah salah satu dari dua provinsi Indonesia di Pulau Papua yang merupakan pulau paling timur Indonesia. Provinsi ini berciri-ciri topografi yang dramatis, hutan yang padat dan hijau, terumbu karang yang indah, dan suku-suku yang beragam. Sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia dengan jumlah penduduk yang kecil dan partisipasi masyarakat adat yang sangat rendah dalam pembangunan pertanian, sebagian besar hutan alami di Papua Barat masih utuh dan konflik sosial akibat perluasan lahan pertanian skala besar masih minimal. Namun, meskipun tingkat deforestasi dan degradasi hutannya secara historis masih rendah dibandingkan dengan kawasan lain di Indonesia, pembalakan liar sering terjadi dan luas lahan yang cukup besar telah dialokasikan untuk penggunaan komersial dalam rencana pembangunan provinsi.

Alokasi lahan ini adalah untuk perkebunan, penebangan kayu komersial, pertambangan, dan infrastruktur, yang jika terealisasi, akan menyebabkan konversi lahan hutan dalam jumlah besar.

Karena tidak memiliki pengalaman atau budaya melakukan budidaya intensif tanaman pangan, masyarakat adat Papua kemungkinan besar akan kalah bersaing dengan penduduk migran atau orang Papua yang bukan suku asli, jika pertanian dan perkebunan skala besar dijalankan di provinsi ini.

  • Provinsi Papua Barat dibentuk pada 2001 melalui pemekaran Provinsi Papua menjadi dua provinsi.

  • Tutupan hutan asli di Papua Barat mencapai kira-kira 90 persen dari luas provinsi.

  • Selain spesies darat yang sangat beragam, Papua Barat juga merupakan habitat asli 75% dari semua spesies koral yang diketahui dan 1074 spesies ikan.

Strategi

Mengelola Papua Barat yang begitu luas merupakan tantangan besar bagi pemerintah provinsi ini. Untuk mendukung Papua Barat menemukan keseimbangan yang tepat antara konservasi dan pembangunan, Earth Innovation Institute berupaya menggalang kesepakatan antara pemangku kepentingan (perusahaan dan komunitas) pada tingkat yurisdiksional ini untuk pembangunan perdesaan secara berkelanjutan. Secara khusus, kami berupaya meningkatkan pengelolaan dan tata kelola industri perkayuan, menganalisis kebijakan dan faktor pasar yang saat ini membentuk industri tersebut di Papua Barat dan memberikan rekomendasi bagaimana caranya beralih ke pengelolaan perkayuan secara berkelanjutan.

Earth Innovation Institute juga bekerja sama dengan masyarakat adat untuk mengidentifikasi opsi penghidupan berkelanjutan melalui penelitian partisipatif bersama komunitas setempat. Penghidupan alternatif perlu didorong untuk mengurangi ketergantungan masyarakat adat pada penjualan kayu. Antisipasi perluasan pertanian skala besar juga memerlukan strategi perencanaan untuk meringankan dampak lingkungan akibat perubahan penggunaan lahan, dan juga strategi untuk memungkinkan masyarakat adat berpartisipasi dalam pembangunan pertanian.