Pigs feeding

Forests, Farms & Finance Initiative

Forests, Farms and Finance Initiative graph
Forests, Farms and Finance Initiative graph

Forests, Farms and Finance Initiative menyatukan inisiatif rantai pasokan berkelanjutan, kebijakan domestik, institusi keuangan pertanian, dan pembiayaan iklim internasional guna mendorong pembangunan perdesaan rendah emisi (LED-R), dengan fokus pada Brasil, Indonesia, dan Kolombia. Setiap strategi yang disesuaikan bagi kawasan tertentu mengupayakan kesepakatan bersama pada target spesifik untuk mengurangi deforestasi.

Sejumlah tantangan besar yang kini dihadapi bangsa dan masyarakat di negara berkembang meliputi perusakan hutan tropis dan ekosistem alami lainnya yang mengakibatkan emisi CO2 dan gas rumah kaca lainnya ke atmosfer, erosi dan hilangnya tanah, degradasi dan semakin habisnya sistem penyaluran air tawar, serta gangguan dan terusirnya masyarakat adat, komunitas tradisional, dan petani kecil, yang terjadi seiring perluasan sistem produksi pertanian dan peternakan secara “horizontal” melalui konversi hutan dan konflik pertanahan yang diakibatkannya. Forests, Farms and Finance Initiative berupaya menjawab masalah tersebut dengan mengaitkan insentif untuk produksi komoditas pertanian secara lebih ramah lingkungan dan masyarakat, dengan inisiatif untuk mengurangi deforestasi dan degradasi lingkungan lainnya. [/one_half]

Saat ini, berbagai inisiatif rantai pasokan berkelanjutan, kebijakan domestik dan keuangan, serta program terkait REDD+ guna meningkatkan produksi pangan sambil menjaga keutuhan hutan dan menurunkan emisi karbon di daerah tropis, berjalan sendiri-sendiri sehingga skala intervensinya, ukuran kinerjanya, dan upaya pengaturan perilaku pengguna lahannya semua berbeda-beda. Akibatnya, para petani hanya menerima sedikit, itu pun jika ada, insentif untuk tidak membuka hutan secara legal dan untuk berinvestasi pada sistem produksi yang lebih berkelanjutan.

Forests, Farms and Finance Initiative menyatukan inisiatif rantai pasokan berkelanjutan, kebijakan domestik, institusi keuangan pertanian, dan pembiayaan iklim internasional guna mendorong pembangunan perdesaan rendah emisi (LED-R), dengan fokus pada Brasil, Indonesia, Kolombia, Paraguay, dan Ghana. Setiap strategi yang disesuaikan secara regional mencari kesepakatan bersama pada target tertentu untuk mengurangi deforestasi, meningkatkan produktivitas pertanian, dan meningkatkan penghidupan petani kecil di setiap yurisdiksi atau wilayah target, sambil merancang sistem insentif dan wadah pemantauan guna mencapai target tersebut.

Strategi tersebut didorong oleh beraneka ragam konsorsium, yang mencakup lembaga swadaya masyarakat (LSM), roundtable komoditas utama (Round Table for Responsible Soy, Roundtable on Sustainable Palm Oil, Bonsucro, dan Global Roundtable for Sustainable Beef), perusahaan swasta, dan pemerintah daerah. Setiap mitra dalam konsorsium tersebut mengkontribusikan jaringan dan keahlian uniknya masing-masing untuk mengajak sektor pertanian, institusi keuangan, pedagang, pembeli komoditas, pemerintah, dan masyarakat agar masuk dalam proses membangun konsensus dengan pendekatan dari bawah-ke-atas (bottom-up).