Tree Canopy Martin Valigursky/ Shutterstock

Kebijakan REDD+

Brazil Agreement graph
Brazil Agreement graph

REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) dibentuk sebagai mekanisme global terpadu untuk mencapai pengurangan emisi karbon ke atmosfer secara signifikan, sambil mengkonservasi hutan tropis dan meningkatkan kehidupan orang-orang yang bergantung padanya. Beberapa negara tropis telah mencapai hasil yang sangat baik; deforestasi telah menurun sehingga emisi karbon dunia berkurang hingga 1,5% atau lebih hanya dari Amazon. Beberapa negara maju juga turut berperan dengan memberikan komitmen pembiayaan berjumlah besar bagi program REDD+.

Sayangnya, kemajuan penting ke arah mitigasi perubahan iklim dan konservasi hutan tropis kini sedang terancam. Semakin banyak negara berkembang yang memandang REDD+ sebagai mekanisme pendanaan konservasi hutan yang terlalu rumit dan gagal menyalurkan pembiayaan sesuai skala yang diharapkan. Untuk mengamankan dan melanjutkan keberhasilan awal ini, REDD+ harus diberi kerangka yang baru. Perhatian harus diarahkan pada manfaat lokal dan regional yang cukup besar dari model pembangunan perdesaan “rendah emisi” dan potensi untuk penyelarasan dan reformasi kebijakan domestik dan keuangan, inovasi kelembagaan, serta peranan yang semakin besar dari inovasi dan investasi sektor swasta, yang diperlukan untuk mendukung peralihan ke model pembangunan ini.

REDD+ graphic
REDD+ graphic

Untuk memperoleh dukungan politik yang kuat dan mendalam, model pembangunan perdesaan yang baru harus didefinisikan secara luas. LED-R harus mencakup pengurangan drastis deforestasi dan degradasi hutan yang menjadi fokus REDD+. Namun, LED-R juga harus meningkatkan penghidupan perdesaan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan layanan lainnya, memperbesar akses pasar dan investasi, serta melindungi dan memulihkan modal alam.

Earth Innovation Institute bekerja pada skala lokal sampai global untuk memberi kerangka baru bagi REDD+ agar sasaran-sasaran tersebut dapat tercapai. Kami mendukung pemerintah di berbagai negara dan daerah yang beriklim tropis dan sedang untuk mengembangkan struktur tata kelola, rencana penggunaan lahan, mekanisme pembagian manfaat, dan sistem pemantauan melalui penelitian dan analisis, pelatihan dan lokakarya, serta kunjungan pertukaran strategis. Kami juga mendukung disertakannya perspektif dan kebutuhan masyarakat adat dalam program pembangunan perdesaan. Kami bekerja sama dengan produsen dan pembeli pertanian dan peternakan, sekaligus juga institusi keuangan untuk mendapatkan kesepakatan bersama mengenai standar sosial dan lingkungan, serta untuk mengembangkan mekanisme insentif baru guna mencapai peralihan ke pembangunan perdesaan rendah emisi.

Studi Kasus