Rainforest Leaves

Mendukung Ekonomi Hijau di Acre

Earth Innovation Institute memberikan dukungan bagi pemerintah Acre seiring upayanya membangun struktur tata kelola guna mengintegrasikan produksi daging sapi, kayu, dan pertanian petani kecil ke dalam program untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pada 1998, Pemerintah Negara Bagian Acre (Brasil) mulai mengembangkan wadah baru pembangunan yang memperhatikan hutan, yang disebut “Florestania”.

Florestania membawa beberapa kemajuan dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam, tata kelola perdesaan, dan pengembangan ekonomi berbasis hutan, termasuk pembagian zona ekonomi-ekologi yang membatasi aktivitas penggunaan lahan, insentif ekonomi bagi penghidupan yang bergantung pada hutan (termasuk insentif untuk panen karet alam, penebangan kayu secara berkelanjutan, dan proses pembuatan kacang Brasil), serta lisensi properti perdesaan dan sistem sertifikasi yang memungkinkan Acre menjadi salah satu negara bagian pertama di Brasil yang dapat menyelesaikan sebagian besar sengketa kepemilikan lahan.

Pada 2009, Negara Bagian Acre menyetujui undang-undang yang menciptakan Sistem Insentif Layanan Lingkungan (Environmental Service Incentive System/SISA), yang memberikan insentif untuk pengurangan emisi karbon ke atmosfer dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+), dan siap menjadi salah satu program REDD+ yurisdiksional paling canggih di dunia.

Earth Innovation Institute berupaya mendukung Negara Bagian Acre dalam memperkuat peralihannya ke pembangunan perdesaan rendah emisi dengan mengidentifikasi peluang untuk memperdalam keselarasan kebijakan di berbagai sektor dan departemen pemerintah yang berkaitan, melibatkan para pelaku sektor swasta (termasuk institusi keuangan dan pembeli komoditas dan peritel) untuk mendukung pertanian “nol deforestasi”, serta mengidentifikasi peluang untuk mengajak masyarakat adat, komunitas tradisional, dan petani kecil dalam perancangan program pembagian manfaat di bawah program SISA. Earth Innovation Institute juga memberikan dukungan ilmiah dan teknis bagi Acre seiring upayanya mengembangkan program SISA lebih lanjut dan mencari pendanaan bagi program tersebut; Direktur Eksekutif Daniel Nepstad bertugas di Komite Ilmiah SISA di negara bagian tersebut.