Jungle Stream Rafal Cichawa/Shutterstock

Mengatasi Deforestasi di Kolombia

Earth Innovation Institute dan mitranya bekerjasama dengan sejumlah lembaga utama pemerintah Kolombia untuk mengembangkan delapan rekomendasi penting bagi pengembangan strategi penggunaan lahan nasional yang dapat membawa peningkatan produksi berbasis lahan dan pengurangan deforestasi, degradasi hutan, emisi gas rumah kaca, dan kemiskinan perdesaan paling lambat tahun 2020.

Kolombia memiliki peluang sangat baik untuk mengembangkan strategi penggunaan lahan nasional selama dua atau tiga tahun ke depan, yang didukung oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Strategi penggunaan lahan nasional untuk meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan penghidupan perdesaan, sambil memperlambat dan, pada akhirnya, menghentikan deforestasi, berpotensi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan deforestasi, sambil meningkatkanpnyerapan CO2 dari atmosfer dengan menumbuhkan kembali hutan pada skala sekitar 0,7 miliar ton ekuivalen CO2 paling lambat tahun 2020.

Pengurangan emisi ini akan disertai dengan sejumlah manfaat penting dalam bentuk peningkatan penghidupan petani kecil, mutu udara yang lebih baik, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengaturan aliran air (yang tidak rentan banjir) di daerah aliran sungai. Untuk merealisasikan potensi ini, Earth Innovation Institute dan mitranya merekomendasikan “teori perubahan” yang berupaya mendukung dan mengaitkan secara strategis lima peluang berikut: (a) kemajuan Kolombia dalam mengembangkan program REDD+ yurisdiksional; (b) kemajuan sektor kelapa sawit dan tebu menuju keberlanjutan; (c) sasaran sektor peternakan sapi untuk 2019, yaitu mengurangi luas tempat merumput sambil meningkatkan produksi; (d) program restitusi dan permukiman peternak/petani; dan (e) program penanaman hutan.