Lily pads

Sustainable Tropics Alliance

Sustainable Tropics Alliance adalah kemitraan strategis berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang independen, yang menggunakan penelitian, pendekatan kepada berbagai pemangku kepentingan, dan pengetahuan setempat guna meningkatkan penghidupan perdesaan melalui penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya dengan emisi rendah, di sejumlah kawasan penting daerah tropis.

Negara dan daerah yang diwakili oleh Aliansi Tropik Berkelanjutan

Para anggota pendiri aliansi ini adalah Earth Innovation Institute (Brasil, Indonesia, Colombia), Pronatura-Sur (Mexico), Instituto del Bien Comun (Peru), Instituto de Pesquisa Ambiental da Amazônia (Brasil), dan Greenbelt Movement (Kenya).

Aliansi ini mengembangkan pendekatan bersama guna mendorong pembangunan perdesaan rendah emisi (LED-R), yang menekankan pada solusi dengan mempertimbangkan masukan dari penduduk setempat dan dirancang untuk diintegrasikan (atau diperluas ke) dalam kebijakan atau program tingkat daerah dan nasional.

Aliansi ini bertindak sebagai wadah bagi para mitranya untuk bekerjasama pada skala global guna mendukung kebijakan, pengaturan kelembagaan, dan mekanisme pasar yang menunjang pembangunan perdesaan rendah emisi secara berkelanjutan di berbagai kawasan tropis. Kekuatan jaringan ini bertumpu pada kemampuannya untuk membagikan hasil pembelajaran dan untuk merancang strategi pembangunan perdesaan rendah emisi secara kolektif, yang mungkin dapat digunakan sebagai model bagi kawasan lain.

  • Negara yang menjadi fokus Sustainable Tropics Alliance memiliki 46% dari hutan tropis di seluruh dunia.

  • Potensi pengurangan emisi dari negara yang menjadi fokus STA akan mencapai sekitar 300 GtCO2e pada 2020 jika deforestasi dapat dikurangi hingga 50%.

  • Negara yang menjadi fokus Sustainable Tropics Alliance mencakup sejumlah kawasan produsen kedelai, sapi, dan kelapa sawit terpenting di dunia.

Strategi

Rose Wheel graph
Lima pilar utama menjadi penentu kemajuan menuju pembangunan perdesaan rendah emisi. Kelima pilar tersebut dapat dianggap sebagai sasaran universal, sementara proses bagaimana sebuah kawasan mencapai sasaran tersebut sangat bergantung pada konteks dan keadaan spesifik kawasan yang bersangkutan.

Sustainable Tropics Alliance (STA) berupaya dalam menjawab persoalan kurangnya kerangka kebijakan, pasar, dan kelembagaan yang efektif guna mengubah model pembangunan perdesaan yang lazim saat ini, yaitu perluasan lahan pertanian garis perbatasan (baik untuk produk komoditas skala besar maupun untuk keperluan hidup) yang menyebabkan deforestasi dan degradasi hutan, dan selanjutnya menyebabkan degradasi sejumlah layanan ekosistem yang menjadi sumber penghidupan komunitas setempat dan sekitarnya, termasuk sumber daya air, ikan, hewan buruan, kayu, dan tanah.

STA mendukung model pembangunan perdesaan rendah emisi (LED-R) yang berdasarkan bukti nyata, partisipatif, berulang-ulang, adaptif, dan berfokus pada daerah yang ditentukan menurut batas-batas administratif atau daerah aliran sungai (DAS). Model LED-R didasarkan pada premis bahwa hubungan antara berbagai pelaku dan basis sumber daya merupakan kunci untuk mengubah pembangunan perdesaan dari model yang saat ini beremisi tinggi. Para pelaku tersebut mencakup pemerintah, institusi keuangan, produsen dan ekstraktor skala besar, petani kecil, masyarakat adat dan komunitas tradisional, serta masyarakat.

Studi Kasus

Pekerjaan Yang Berhubungan