2019
Nov

Lokakarya Indonesia menyoroti strategi lokal untuk memantau dan mengevaluasi upaya menuju keberlanjutan

Baru-baru ini, peneliti EII berpartisipasi dalam lokakarya tentang pengumpulan data untuk menilai kemajuan yang telah dicapai olehkabupaten untuk menuju keberlanjutan yurisdiksional di Indonesia.

Lokakaryayang diselenggarakan selama dua hari ini diadakan di kampus Center for International Forestry Research (CIFOR) di Bogor, sebuah kota di sebelah selatan ibukota Jakarta, dan diikuti oleh para anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) serta perwakilan dari organisasi mitra lokal dan nasional mereka.

Partisipasi EII dalam kegiatan ini adalah bagian dari kolaborasi aktif dengan LTKL dan CIFOR untuk mendukung yurisdiksi-yurisdiksi anggota LTKL dalam mengembangkan strategi untuk mencapai keberlanjutan dan untuk mengidentifikasi peluang-peluang investasi di wilayah mereka.

Selama lokakarya, EII dan CIFOR bersama-sama mempresentasikan temuan-temuan utama dalam Laporan Keadaan Keberlanjutan Yurisdiksional (State of Jurisdictional Sustainability) di tingkat global dan juga memaparkan temuan-temuan untuk Indonesia serta metodologi pengumpulan data untuk menyusun profil yurisdiksi.

EII juga membahas konsep Juara Hutan Tropis (Tropical Forest Champions), serta platform pemantauan yang meliputi PCIMonitorGCFImpact.org dan Produce-Protect sebagai contoh yang memperlihatkan bagaimana suatu kabupaten dapat menyampaikan informasi tentang yurisdiksi mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Informasi ini akan digunakan sebagai bagian dari Kerangka Daya Saing Daerah (Regional Competitiveness Framework) yang dikembangkan oleh LTKL, yang menjabarkan kriteria bagaimana kabupaten yang berpartisipasi dapat menunjukkan langkah-langkah untuk menuju keberlanjutan.

Kerangka kerja yang diumumkan pada tahun 2018 tersebut akan mengukur kemajuan di lima bidang, yaitu: perencanaan dan penetapan tujuan, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, manajemen sumber daya alam, dan insentif masyarakat. Kelima kategori ini selanjutnya akan dipecah menjadi 18 indikator yang diambil dari alat verifikasi yang ada, termasuk P&C RSPO dan Perangkat Pemeringkat Lanskap Berkelanjutan (Sustainable Lanscaping Rating Tool).

Menurut LTKL, upaya pemanfaatkan mekanisme yang ada seperti ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan terhadap klaim keberlanjutan.

Dengan dukungan dari EII dan CIFOR, kelompok kerja di setiap kabupaten akan dilatih untuk mengumpulkan informasi dari kabupaten yang berpartisipasi. Lokakarya pelatihan akan dimulai pada bulan November 2019 di kabupaten Gorontalo (Sulawesi) dan Sintang (Kalimantan Barat) dan akan diikuti oleh kabupaten percontohan lainnya pada Januari 2020. Ringkasan laporan dari data yang dikumpulkan akan disiapkan pada bulan Januari  2020.

Anggota LTKL dan organisasi-organisasi mitra mengikuti lokakarya selama dua hari di Bogor, Indonesia, untuk mengeksplorasi strategi pengumpulan data dan verifikasi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. (Gambar milik CIFOR)

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...