2019
Des

EII selenggarakan pertemuan meja bundar untuk membahas keterlibatan dan kolaborasi dengan pemerintah Amazon

MADRID – Para gubernur, menteri, dan pejabat regional yang mewakili lebih dari setengah luas hutan hujan tropis Amazon berkumpul pada hari Senin di Madrid pada sesi diskusi meja bundar yang diselenggarakan oleh Earth Innovation Institute (EII) untuk membahas cara-cara meningkatkan investasi dalam strategi pembangunan berkelanjutan dan rendah emisi di wilayah mereka.

Fernando Sampaio, direktur eksekutif PCI (Produce, Conserve, Include) Mato Grosso, Brasil berbicara pada diskusi meja bundar yang diselenggarakan oleh EII di sela-sela KTT iklim COP25 di Madrid, Spanyol.

Direktur Eksekutif EII, Dan Nepstad, membuka diskusi dengan menekankan perlunya agenda pengurangan deforestasi yang dapat “mendorong inklusi dan menyoroti kemajuan yang telah dibuat oleh suatu kawasan, yang sebenarnya sangat penting.”

Pernyataannya tersebut mengawali pengenalan Juara Hutan Tropis (Tropical Forest Champions) yang dapat memfasilitasi peningkatan kemitraan antar kawasan tropis dalam upaya “memperlambat hilangnya dan mempercepat pulihnya hutan mereka” dengan sektor swasta.

“Ada 500 perusahaan yang telah menyatakan mendukung nol deforestasi (zero deforestation),” imbuhnya, “dan baru ada 5 kemitraan dengan yurisdiksi. Jumlah kolaborasia yang masih belum cukup. ”

Masalah pendanaan iklim merupakan fokus utama dari KTT COP25 tahun ini, termasuk diantaranya negosiasi tentang struktur pasar karbon, dimana perusahaan dan pemerintah dapat melakukan offset terhadap emisi mereka dengan membayar kepada daerah yang berhasil melakukan pengurangan emisi.

Standar Hutan Tropis yang baru-baru ini disahkan oleh pemerintah negara bagian California telah menetapkan pedoman ketat tentang bagaimana dan di mana pembayaran untuk offset karbon dapat dilakukan — bahkan Standar ini sering disebut juga sebagai model untuk pasar yang lebih luas – yang akan membuka peluang untuk pendanaan yang lebih besar bagi daerah, seperti yang diwakili di acara tersebut.

Pertemuan Hari Senin tersebut diadakan di sela-sela KTT iklim COP25 PBB yang sedang berlangsung di Madrid, dimana Pasal 6 dari Paris Climate Agreement yang berkaitan dengan pasar karbon merupakan salah satu dari beberapa hal utama yang menjadi bahasan.

Rosângela Benjamim, Sekretaris Negara bidang Perindustrian dan Perdagangan untuk negara bagian Acre, Brazil menekankan bahwa perjanjian apa pun diantara sektor swasta dan masyarakat adat perlu memiliki bahasa khusus yang menangani masalah-masalah seperti hak kekayaan intelektual dan pembagian keuntungan. “Perusahaan seringkali hanya datang ke Amazon dan mengambil produk lokal,” katanya, dengan hanya menyisakan pilihan yang terbatas untuk komunitas lokal.

“Ini adalah pertanyaan tentang kualitas hidup,” kata Pedro Bogardín, Gubernur San Martín, Peru, yang menggambarkan upaya untuk memperlambat deforestasi di wilayahnya – sebagian besar disebabkan oleh pertanian coca ilegal – melalui strategi yang meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membantu meningkatkan pendapatan bagi produsen lokal tanpa harus mengorbankan lebih banyak wilayah hutan.

Walter Heredia, direktur Kerjasama Internasional, Pemerintah Daerah Madre de Dios, Peru.

“Kita perlu menghargai petani, atau mereka tidak akan bermitra dengan kita dalam sektor iklim,” katanya, seraya menambahkan bahwa “kewajiban moral” ini sama pentingnya dengan masalah keuangan dan konservasi.

Partisipan lain membahas tantangan untuk meningkatkan jumlah kemitraan dengan sektor swasta, termasuk dukungan teknis yang lebih besar untuk setiap yurisdiksi dan perubahan lanskap politik yang dapat mempengaruhi komitmen jangka panjang terkait konservasi.

“Ada stabilitas dalam kerangka hukum yang ada di ranah kebijakan,” kata Jose Luiz Gondin, CEO Company for Ecosystem Services di Acre, Brasil. “Kami membutuhkan instrumen hukum yang dapat memberikan kontinuitas dari satu administrasi ke administrasi lainnya” untuk memastikan bahwa komitmen yang dibuat di bawah satu pemerintah daerah akan tetap bertahan meski terjadi perubahan administrasi, baik di tingkat negara bagian atau lokal. “Itulah jenis keseimbangan yang dibutuhkan dunia usaha,” katanya.

Lorenzo Vargas, Sekretaris Pertanian untuk Caquetá, Kolombia, menekankan perlunya pemerintah di seluruh wilayah Amazon untuk membangun pasar regional yang lebih kuat yang memanfaatkan kekayaan dari keanekaragaman hayati dan orang-orang yang ditopang oleh kawasan itu. “Kami tidak pernah melihat tetangga kami,” katanya. “Ketika terjadi perubahan pemerintahan, sektor swasta lokal tidak. Membangun pasar regional yang lebih kuat … ini adalah bagaimana Anda menciptakan kemitraan publik-swasta di tingkat yurisdiksi dan internasional.”

Terlepas dari berbagai tantangan yang ada, ada rasa optimisme dan peluang yang terlihat jelas di kalangan para pejabat yang hadir.

“Kita harus tetap optimis dan ada banyak alasan untuk optimisme,” kata Fernando Sampaio, Direktur Eksekutif Strategi PCI (Produce, Conserve, Include)Mato Grosso, salah satu strategi hutan dan iklim yang paling ambisius di dunia.

“Ada urgensi yang lebih besar di sini, di COP25, dan perasaan yang lebih besar bahwa kita tidak dapat mencapai apa pun tanpa kolaborasi,” tambahnya. “Kita harus menyatukan semua orang untuk maju dan saya pikir semua orang mengerti itu.”

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...