2019
Des

Hutan tropis dan iklim di tahun 2019: harapan yang terwujud, harapan yang kandas dan harapan yang tertunda

Di bulan Januari, saya menulis tentang 13 harapan untuk hutan tropis dan perubahan iklim di tahun 2019. Seiring dengan semakin dekatnya akhir tahun, berikut ini adalah kilas balik mengenai harapan yang terwujud, harapan yang kandas serta harapan yang akan dilanjutkan di tahun 2020. Ketika berita utama di tahun 2019 didominasi oleh kegagalan-kegagalan yang mengemuka terkait hutan dan iklim di Brazil, Amerika Serikat, serta Persatuan Bangsa-Bangsa, kemajuan justru tampak di California, tiga negara di wilayah Andean, dan bahkan luar angkasa.

Harapan yang terwujud:Dewan Sumber Daya Udara California (California Air Resources Board) mendukung Standard Hutan Tropis (Tropical Forest Standard)

Yang saya tulis di bulan Januari: “Dukungan terhadap standar tersebut tidak serta merta berujung pada offset, namun hal tersebut akan menjadi tolok ukur yang tinggi untuk kualitas penurunan emisi yang berasal dari konservasi hutan tropis yang dapat diperjualbelikan.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Dewan Sumber Daya Udara California mendukung Standar Hutan Tropis California pada bulan September. Standar tersebut berpotensi untuk menyalurkan pendanaan senilai ratusan juta dollar yang ditujukan untuk perlindungan hutan, dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan serta pencegahan perubahan iklim.

Pemimpin adat dari (kiri ke kanan) Meksiko, Brazil dan Panama menghadiri audiensi mengenai Standar Hutan Tropis di Sacramento, CA, pada tanggal 19 September 2019.

Harapan yang terwujud: Ekuador untuk pertama kalinya mendapatkan akses terhadap pembayaran berbasis hasil dari Green Climate Fund

Yang saya tulis di bulan Januari: “Ekuador merupakan salah satu dari tiga negara yang telah memenuhi keempat prasyarat UNFCC untuk menurunkan emisi dari deforestasi (REDD+). Hal tersebut menjadikan Ekuador layak untuk memanfaatkan sebagian dana dari jumlah total $500 juta yang telah dialokasikan oleh Green Climate Fund untuk pembayaran berbasis hasil untuk REDD+.”

Yang terjadi: Pada bulan Juli, Green Climate Fund menyetujui pembayaran berbasis hasil untuk Ekuador sebesar $18,6 juta untuk 3,6 juta ton CO2 yang berhasil dihindari di tahun 2014.

Harapan yang terwujud: Sebagian keuntungan dari pajak karbon Kolombia digunakan untuk mendukung konservasi hutan

Yang saya tulis di bulan Januari: “seperempat dari keuntungan [dari pajak emisi karbon dioksida Kolombia] disalurkan ke “Dana Kolombia Berkelanjutan (Sustainable Colombia Fund)” untuk melindungi ekosistem, garis pantai dan sumber air. Pada bulan Maret, Dana tersebut diharapkan akan mulai membuka penerimaan pengajuan proposal.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Dana Kolombia Berkelanjutan membuka dua penerimaan pengajuan proposal untuk proyek-proyek perlindungan dan restorasi hutan. (Sumber: Maria Adelaida Fernandez Muñoz)

Harapan yang terwujud: Janji industri kelapa sawit Peru untuk tumbuh tanpa deforestasi

What I wrote in January: “The palm oil industry in Peru has big plans to keep growing, but a broad-based coalition would like this expansion to happen on cleared lands rather than at the expense of forests as in Indonesia and Malaysia.”

Yang saya tulis di bulan Januari: “Industri kelapa sawit di Peru memiliki rencana besar untuk terus tumbuh, namun sebuah koalisi besar mengharapkan pertumbuhan ini dilakukan pada lahan yang telah dibuka sebelumnya, bukan dengan membuka hutan sebagaimana yang terjadi di Indonesia dan Malaysia.”

Yang terjadi pada tahun 2019: “Dalam acara pameran dagang Expo Amazónica (Expo Amazónica trade fair) yang diselenggarakan di Iquitos di bulan Agustus, Asosiasi Produsen Kelapa Sawit Peru (Peruvian Palm Oil Producers’ Association/JUNPALMA) mengumumkan komitmen mereka terhadap produksi kelapa sawit yang berkelanjutan dan bebas deforestasi. Namun, pakta mengenai komitmen ini masih belum ditandatangani. (Sumber: Gustavo Suarez de Freitas)

Harapan yang terwujud: Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station) memetakan hutan secara tiga dimensi 

Yang saya tulis di bulan Januari: “Laser pemantau hutan akan segera dipasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional…alat tersebut akan mulai mengirimkan hasil pengukuran tiga dimensi terkait hutan tropis dan hutan iklim sedang pada bulan Mei.”

Yang terjadi pada tahun 2019Menurut Profesor Scott Goetz dari Northern Arizona University, laser yang terpasang di stasiun luar angkasa internasional beroperasi dengan baik dan telah berhasil mengirimkan data selama dua bulan pengukuran. Misi tersebut akan menambah jumlah titik data terkait seberapa besar karbon yang tersimpan di hutan tropis dalam satuan ribu, dari jutaan hingga milyaran, dan data ini dapat diakses oleh publik secara gratis. Ke depannya, lompatan besar dalam pengukuran karbon yang dapat diandalkan seperti ini akan membentuk pendanaan berbasis hasil yang akan digunakan untuk perlindungan hutan (Sumber: Scott Goetz).

Harapan yang kandas: Pemerintah Amerika Serikat merestorasi pendanaan iklim

Yang saya tulis di bulan Januari: “Ketika kabinet yang baru mulai menjabat pada bulan Januari [DPR Amerika Serikat], saya berharap bahwa mereka akan menggunakan ‘kekuatan anggaran’ mereka untuk merestorasi pendanaan untuk energi bersih, observasi bumi, dan Green Climate Fund.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Ketika kubu pemerintahan yang terpisah telah menghentikan sebagian kebocoran pada anggaran Kongres untuk program iklim, pemerintah AS masih menunda pembayaran yang sebelumnya telah dijanjikan kepada Green Climate Fund dan kesepakatan mengenai anggaran pada pertengahan bulan Desember telah memangkas subsidi untuk energi terbarukan. Percepatan pendanaan federal adalah salah satu cara agar Presiden Amerika Serikat selanjutnya dapat memimpin upaya penyelamatan hutan dan iklim.

Harapan yang kandas: Hutan Brazil dapat menghindari serangan Bolsonaro

Yang saya tulis di bulan Januari: “Ketika data deforestasi PRODES kelas dunia milik Brazil dirilis pada bulan November, saya berharap bahwa kemitraan masyarakat sipil yang kuat serta insentif positif untuk para petani dapat membendung ancaman Bolsonaro.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Kebakaran skala besar yang disengaja telah merebak di seluruh hutan Amazon, membuat langit di atas São Paulo menjadi gelap dan menjadi berita utama di seluruh dunia. Data PRODES yang dirilis pada bulan November menunjukkan bahwa pada tahun lalu, deforestasi telah terjadi di wilayah Amazon dengan luas yang lebih besar daripada luas wilayah Puerto Rico – jumlah ini adalah jumlah hilangnya hutan tahunan yang tertinggi sejak tahun 2007, meskipun masih setengah dari rata-rata jumlah deforestasi antara tahun 1996-2005. Pada bulan September, Dan Nepstad bersaksi di hadapan Kongres mengenai apa saja yang AS dapat lakukan untuk membantu Brazil dalam melindungi Amazon.

Harapan yang kandas: Negara-negara akan meningkatkan janji dan pendanaan mereka pada KTT Iklim PBB di Chili

Yang saya tulis di bulan Januari: “Sejak tahun 2015, yang ditandai dengan kesuksesan Kesepakatan Paris, para diplomat iklim telah menggeser fokus mereka untuk merancang rincian dari ‘rulebook’ Paris. Harapan untuk tahun 2019 adalah munculnya aksi iklim yang lebih kuat dari semua negara yang disertai dengan pendanaan yang memadai untuk mewujudkannya.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Konvensi iklim PBB tidak mencapai kesepakatan terkait aturan-aturan penting seputar perdagangan karbon internasional. Komitmen mengenai penurunan emisi dan keuangan pun semakin melemah. Waktu terus berjalan, mendekati batas waktu di mana negara-negara harus memperkuat komitmen mitigasi dan pendanaan mereka di tahun yang akan datang.

Harapan yang kandas: Perusahaan dan negara menyetujui kemitraan terkait pemilihan sumber produksi yang berkelanjutan

Pada tahun 2019, EII meluncurkan Juara Hutan Tropis (Tropical Forest Champions) untuk memudahkan perusahaan untuk berinvestasi secara aman di provinsi dan/atau negara bagian hutan tropis yang berjuang untuk memajukan pembangunan yang ramah terhadap hutan, masyarakat dan iklim.

Yang saya tulis di bulan Januari: “Pada tahun 2010, lebih dari 400 perusahan terbesar di dunia telah bertekad untuk mencapai nol deforestasi hingga tahun 2020…Salah satu solusi yang potensial untuk perusahaan adalah dengan mereka mengambil bahan produksi dari negara bagian atau provinsi yang telah berhasil menghentikan deforestasi- sebuah pendekatan yurisdiksional.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Tidak ada satu pun perusahaan yang tetap berjalan sesuai rencana pada koridor pencapaian nol deforestasi bersih hingga tahun 2020 dan pertumbuhan kemitraan terkait pemilihan sumber produksi yang berkelanjutan antara perusahaan dengan yurisdiksi berjalan dengan sangat lambat. Pada tahun 2019, EII meluncurkan inisatif Tropical Forest Champions untuk memudahkan dan menjamin keamanan perusahaan yang akan berinvenstasi di negara bagian dan provinsi hutan tropis yang berjuang untuk memajukan pembangunan yang ramah terhadap hutan, masyarakat dan iklim. Institusi lainnya seperti Tropical Forest Alliance pun terus mempromosikan pendekatan yurisdiksional.

Harapan yang tertunda: Pembayaran Dana Karbon membantu Republik Demokratik Kongo dalam melindungi hutan gambut yang sangat penting

Yang saya tulis di bulan Januari: “September lalu [Republik Demokratik Kongo] dan Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund menandatangani perjanjian pembayaran penurunan emisi yang akan menyediakan dana hingga $55 juta jika, dan hanya jika, tingkat deforestasi di Mai Ndombe, sebuah provinsi yang kaya akan gambut, tetap rendah. Saya berharap bahwa perjanjian yang pertama kalinya ditandatangani oleh Kongo dan Carbon Fund dapat mewujudkan pembangunan pedesaan yang rendah emisi dengan manfaat yang dirasakan oleh penduduk setempat dan bahwa Carbon Fund tersebut akan menandatangani perjanjian yang serupa dengan wilayah-wilayah tropis lainnya ketika mereka bertemu pada bulan Juni di Paris.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Tidak ada pembayaran, bahkan pembayaran awal, yang dilakukan oleh 11 donor Carbon Fund, yang berjalan sangat lambat, kepada Republik Demokratik Kongo dikarenakan negara tersebut belum menunjukan lima “persyaratan efektivitas” yang ditentukan oleh Carbon Fund. Sisi positifnya, Carbon Fund tersebut telah menandatangani perjanjian pembayaran penurunan emisi dengan Mozambik dan Ghana, sedangkan Gabon telah menandatangani perjanjian perlindungan hutan berbasis hasil senilai $150 juta dengan Norwegia pada bulan September. (Sumber: Daniela Goehler)

Harapan yang tertunda: Maskapai penerbangan mulai peduli terhadap hutan dalam pemenuhan janji pertumbuhan yang karbon netral.

Yang saya tulis di bulan Januari: “Pada tahun 2016, banyak maskapai penerbangan dunia yang berjanji untuk tidak meningkatkan emisi bersihnya… sebagian dilakukan melalui pemangkasan emisi dan juga melalui offset. Kini keputusannya ada pada International Civil Aviation Organization (ICAO) yang berbasis di Montreal untuk menentukan offset mana yang dapat diterima. Saya berharap bahwa mereka menyertakan offset berbasis hutan, tetapi dengan syarat penetapan standar yang tinggi, seperti pengurangan tingkat nasional atau negara bagian dan bukan kredit tingkat proyek seperti peninggalan Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism).”

Yang terjadi pada tahun 2019: ICAO menetapkan kriteria umum untuk offset di bulan Februari sesuai jadwal. 14 standar spesifik yang telah dipilih ICAO dan telah diajukan sebagai pemasok offset potensial akan ditarik ke tahun 2020. (Sumber: Maggie Comstock)

Harapan yang tertunda: Komisi keuangan India memperpanjang transfer fiskal untuk hutan

Yang saya tulis di bulan Januari: “Pada tahun 2014, Komisi Keuangan India mengeluarkan suatu terobosan melalui keputusan yang menyertakan tutupan hutan dalam perhitungan untuk menentukan seberapa besar pendapatan pajak yang masuk ke dalam kas 29 negara bagian India setiap tahunnya. Pada bulan September, perhitungan devolusi pendapatan pajak ini akan diperbarui.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Keputusan Komisi Keuangan tersebut ditunda hingga bulan Oktober 2020. Sementara itu, Avani Kapur, Anit Mukherjee dan saya menemukan bahwa negara bagian India belum menambah anggaran kehutanan mereka sebagai investasi pendapatan pajak di masa yang akan datang, hal ini mungkin dikarenakan mereka belum mengharapkan peningkatan tutupan hutan akan dihargai dengan peningkatan pendapatan pajak. Untuk meluruskan pandangan tersebut, Komisi Keuangan India harus tetap menyertakan hutan dalam perhitungan distribusi pendapatan pajak dan memperbarui tahun di mana kawasan hutan diukur untuk menentukan pertumbuhan hutan terkini di suatu negara bagian.

Harapan yang tertunda: Turunnya angka deforestasi Indonesia tidak akan terpengaruh oleh musim kebakaran hutan

Yang saya tulis di bulan Januari: “Turunnya angka deforestasi Indonesia setelah tahun El Niño ternyata hanya sementara. Apakah kali ini akan mampu bertahan? Organisasi Meteorologi Dunia telah memprediksi terjadinya El Niño lemah di tahun 2019 yang akan menguji upaya pencegahan kebakaran yang dilakukan pemerintah Indonesia.”

Yang terjadi pada tahun 2019: Meski tidak terlalu mengemuka seperti kebakaran Amazon, Indonesia pun dilanda kebakaran yang diasosiasikan dengan deforestasi dan menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai $5,2 miliarLuas area yang terbakar mencapai hampir satu juta hektar dan angka tersebut melebihi dua kalinya jumlah rata-rata luas kawasan yang terbakar dalam tiga tahun terakhir, namun tidak sampai setengah dari luas kawasan yang terbakar selama El Niño pada tahun 2015. Perlu dilakukan penelitian untuk menghitung seberapa besar jumlah penurunan dari tahun 2015 yang dapat diasosiasikan dengan upaya penanggulangan kebakaran dari pemerintah Indonesia. (Sumber: Nindita Hapsari, Matt Warren, Triyoga Widiastomo)

Secara keseluruhan, beberapa harapan untuk hutan tropis dan perubahan iklim memang kandas atau tertunda pada tahun 2019, namun perlu dicatat bahwa ada beberapa harapan yang tercapai. Di Earth Innovation Institute, kami bertekad untuk mewujudkan lebih banyak harapan di tahun 2020, bergabunglah bersama kami untuk mewujudkannya.

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...