Joe Biden menawarkan $20 miliar untuk melindungi hutan Amazon


Di tengah meningkatnya kecemasan global akibat pandemi coronavirus, mantan Wakil Presiden AS Joe Biden menawarkan sebuah usulan baru yang menarik untuk melindungi hutan Amazon. Usulan tersebut disampaikan pada debat presiden yang diadakan pada hari Minggu:

“Dan yang terakhir, sekarang saya akan mengumpulkan (negara-negara) di berbagai belahan bumi dan dunia untuk menyediakan $20 miliar untuk Amazon, agar Brasil tidak lagi membakar Amazon…”

Biden menyampaikan usulan tersebut dalam sebuah segmen yang mencakup diskusi substantif tentang kebijakan iklim dari kedua kandidat. Biden juga menyampaikan beberapa usulan yang berkaitan dengan standar bahan bakar, kereta api ringan, diplomasi internasional, penghapusan subsidi bahan bakar fosil, dan penghentian pengeboran minyak lepas pantai. Senator Bernie Sanders mengusulkan pengenaan liabilitas pidana untuk industri bahan bakar fosil, penghentian kegiatan fracking, investasi di bidang tenaga surya, dan gagasan Kesepakatan Baru Hijau atau Green New Deal.

Terlepas dari siapa yang akan menempati Gedung Putih pada tahun 2021, dukungan pemerintah AS untuk negara-negara yang berusaha untuk melindungi hutan Amazon adalah gagasan yang sangat baik. Dalam kertas kebijakan terbaru kami, saya dan Dan Nepstad menyebutkan bahwa usulan tersebut adalah salah satu dari sekian banyak cara yang dapat dilakukan oleh presiden selanjutnya untuk melindungi hutan tropis dan mencegah perubahan iklim.

Pendanaan yang lebih besar tentu akan membantu Brasil dalam mempertahankan upayanya yang luar biasa dan berbiaya besar dalam memperlambat deforestasi Amazon. Antara tahun 2006 hingga 2015, Brasil telah berhasil menyerap lebih dari 6 miliar ton karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpannya di dalam pohon. Dari total pengurangan emisi tersebut, kompensasi yang diterima tidak sampai 4%. Keberhasilan Brasil yang signifikan dan berskala global ini kini terancam berbalik arah dan salah satu penyebabnya adalah kegagalan internasional untuk menindaklanjuti komitmen pendanaan yang telah dibuat sebelumnya.

Meningkatnya perhatian politis terhadap hutan tropis sebagai solusi iklim

Di Washington, hutan telah mendapatkan perhatian yang lebih besar sebagai solusi iklim dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini terjadi untuk alasan yang baik – melindungi dan memulihkan hutan tropis dinilai sangat penting untuk iklim, dan manfaat yang diterima sebanding dengan yang dibayarkan.

Juni tahun lalu, Jay Inslee (D-WA), Gubernur yang saat ini berharap maju sebagai calon presiden, telah merilis rencana iklim internasional yang mencakup rangkaian kebijakan untuk memperlambat deforestasi hutan tropis. Pada bulan Februari, Perwakilan Bruce Westerman (R-AR) memperkenalkan Aksi Penanaman Satu Triliun Pohon kepada Kongres AS yang bertujuan untuk reforestasi.

Pada bulan Januari, Senator Brian Schatz (D-HI) mengumumkan bahwa ia akan memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan melawan deforestasi hutan tropis ilegal melalui pembatasan perdagangan pada akhir tahun ini. Namun, pembatasan pasar saja dapat mendatangkan reaksi negatif dari negara-negara produsen jika tidak disertai dengan investasi dalam kegiatan ekonomi yang ramah terhadap hutan di daerah tropis atau dukungan ekonomi yang bersifat positif sebagaimana ditawarkan oleh Biden.

Sepengetahuan saya, ini adalah pertama kalinya hutan tropis, sebagai solusi iklim, dimunculkan dalam debat presiden. Hal yang serupa terjadi hanya ketika peristiwa kebakaran di Brasil pada musim panas lalu terjadi, di mana sebuah pertanyaan sulit disampaikan kepada Senator Cory Booker tentang pengurangan konsumsi daging sebagai salah satu cara untuk membantu lingkungan.

Besar dibandingkan pendanaan yang ada saat ini, terlalu sedikit dibandingkan kebutuhan yang ada

Seberapa besarkah $20 miliar dalam dunia hutan tropis dan perubahan iklim? Perlu diingat bahwa Biden menyebutkan jumlah ini sebagai total dari dana yang dikumpulkan oleh kumpulan negara-negara di dunia. Jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat pada tahun-tahun selanjutnya sehingga kontribusi tahunan AS pun kemungkinan akan semakin sedikit. Namun, bahkan jika kontribusi AS mencapai $10 miliar selama empat tahun, angka tersebut masih jauh lebih besar dari dana tahunan tertinggi AS yang diberikan untuk hutan internasional, yakni sebesar $300 juta pada 2012.

$20 miliar akan menjadi kenaikan yang besar jika dibandingkan dengan total pendanaan global untuk hutan tropis dan perubahan iklim yang jumlah rata-ratanya adalah sekitar $1 miliar per tahun dari tahun 2006-2014. Angka ini dua puluh kali lebih besar dari keseluruhan kontribusi kepada Dana Amazon Brasil yang berjumlah $1.2 miliar dan sepuluh kali lebih besar dari dana yang digelontorkan pemerintah Brasil untuk perlindungan hutan Amazon antara tahun 2004 -2013 yang berjumlah $2.1 miliar. Angka $20 miliar ini hampir setara dengan keseluruhan kontribusi dan janji untuk Dana Iklim Hijau atau Green Climate Fund yang akan mendanai mitigasi iklim di semua sektor, ditambah adaptasi iklim.

Namun, di sisi lain, $20 miliar adalah angka yang relatif kecil jika dibandingkan dengan perkiraan kebutuhanskala industri yang menyebabkan deforestasi, dan skala dari apa yang telah dan bisa kita capai. Angka tersebut hanya sebagian kecil dari dana iklim sebesar $100 miliar yang harus dimobilisasi setiap tahunnya, sebagaimana dijanjikan oleh negara-negara maju di Kopenhagen pada tahun 2009.

Angka $20 miliar pun relatif kecil dibandingkan apa yang bisa dihasilkan melalui penerapan RUU berskala nasional tentang cap-and-trade yang meliputi offset untuk perlindungan hutan tropis. Peraturan perundang-undangan federal terkait iklim pada tahun 2009 diperkirakan dapat menghasilkan $10-15 miliar per tahun untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). Sebuah RUU iklim federal yang komprehensif akan membutuhkan legislasi di tingkat Kongres, tetapi contoh skema untuk kredit pengurangan emisi dari hutan tropis telah tersedia dalam bentuk Standar Hutan Tropis California.

Cara untuk menyalurkan $20 miliar

Cara terbaik bagi Amerika Serikat untuk memastikan apa yang didapatkan sebanding dengan yang dibayarkan adalah melalui pembayaran berbasis kinerja. Artinya, AS hanya akan membayar negara-negara tropis jika mereka telah mengurangi deforestasi atau meningkatkan reforestasi yang dapat diverifikasi. Ini adalah cara yang ditempuh oleh Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (Forest Carbon Partnership Facility) dan Dana Iklim Hijau (Green Climate Fund) dalam program pembayaran mereka untuk REDD+, seperti halnya perjanjian antara Norwegia dan Jerman dengan Brasil, Guyana, dan negara-negara tropis lainnya. Karena negara-negara tropis hanya akan menerima dana jika mereka melindungi dan memulihkan hutan, mereka akan memiliki insentif keuangan untuk melakukannya.

Di masa lalu, Amerika Serikat menghadapi berbagai tantangan kelembagaan sehubungan dengan pembayaran berbasis kinerja. Sebagai solusi, mereka dapat bergabung dengan negara-negara lain dalam konsorsium yang akan dibentuk. Anggota konsorsium lainnya dapat melakukan pembayaran berbasis hasil sementara AS memberikan dukungan awal dalam bentuk dukungan teknis dan investasi kebijakan. Cara ini telah ditempuh dalam Inisiatif untuk Lanskap Hutan Berkelanjutan (Initiative for Sustainable Forest Landscapes).

Seperti kebanyakan dana publik saat ini, uang yang dibayarkan kemungkinan akan masuk melalui pemerintah nasional yang akan memutuskan bagaimana menyalurkan dana secara langsung kepada para penduduk Amazon. Pemerintah negara bagian dan kelompok Masyarakat Adat pun berpotensi menjadi penerima langsung dana tersebut. Penyaluran dana dalam jumlah besar dapat mengurangi ketegangan antara perlindungan hutan dan pertumbuhan ekonomi serta membuka jalan untuk pembangunan berkelanjutan dengan kualitas hidup yang lebih baik di seluruh wilayah Amazon.

Dana yang disalurkan dapat digunakan untuk mendukung proyek-proyek konservasi, pemadam kebakaran, pendaftaran properti lingkungan untuk penegakan aturan kehutanan, berbagai kegiatan produktif yang berkelanjutan untuk petani kecil, bantuan teknis untuk produsen dari semua skala usaha, dan insentif positif bagi petani yang melestarikan dan memulihkan hutan di lahan mereka.

Bahkan di saat perhatian global terfokus pada upaya mendesak untuk mempertahankan kesehatan masyarakat dan mengatasi krisis ekonomi yang disebabkan oleh coronavirus, kita tidak boleh melupakan krisis iklim jangka panjang yang akan kita hadapi. $20 miliar untuk membantu melindungi Amazon akan menjadi cara yang sangat baik untuk memenuhi tantangan itu.

Earth Innovation Institute adalah lembaga non-partisan nirlaba dan tidak berafiliasi dengan kandidat atau partai politik manapun.