2020
Mar

Lokakarya yang berfokus pada peningkatan keterlibatan Masyarakat Adat dalam upaya perlindungan hutan

Komite Global untuk Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal atau The Global Committee for Indigenous Peoples & Local Communities (IP/LC) mengadakan pertemuan di Oaxaca, Meksiko minggu lalu untuk merumuskan strategi peningkatan kolaborasi di dalam dan antar komunitas IP/LC  dengan pemerintah lokal terkait aksi iklim. Tema yang dibahas dalam berbagai sesi dalam lokakarya yang diselenggarakan selama dua hari tersebut meliputi isu-isu terkait tata kelola, identifikasi prioritas, serta peran Komite dalam mengedukasi komunitas IP/LC mengenai berbagai inisiatif hutan dan iklim.

Earth Innovation Institute (EII) memberikan dukungan awal untuk pembentukan Komite tersebut. Komite ini dibentuk sebagai bagian dari Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan atau Governors Climate and Forests Task Force (GCF). Dalam pertemuan di Oaxaca, Komite ini diwakili oleh Elsa Mendoza yang juga merupakan ketua program EII di Negara Bagian Acre, Brasil.

Anggota Komite Global untuk Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal bergabung bersama mitra utama (Gambar milik Satuan Tugas GCF)

Ia mengatakan bahwa lokakarya ini memberikan kesempatan bagi para pesertanya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai inisiatif terkini, termasuk dukungan California terhadap Standar Hutan Tropis atau Tropical Forest Standard (TFS).

“Pertemuan tersebut menjadi titik awal yang penting dalam diskusi mengenai Standar Hutan Tropis serta relevansinya untuk berbagai komunitas ini” ujar Mendoza yang berpengalaman lebih dari dua dekade dalam mendukung peningkatan kolaborasi antara Masyarakat Adat dan pemerintah lokal di Acre.

“Ini adalah kesempatan bagi para pemimpin komunitas untuk mempelajari potensi dari berbagai manfaat yang bisa mereka dapatkan dari penerapan Standar California serta memahami penekanannya dalam memastikan hak-hak adat,” ia menekankan sembari menambahkan bahwa para peserta akan membawa pengetahuan ini ke daerah mereka masing-masing.

Standar Hutan Tropis mendapatkan dukungan dari Dewan Sumber Daya Udara California atau California Air Resources Board pada tahun 2019 dalam dengar pendapat di Sacramento, yang dihadiri oleh para pemuka Adat dari seluruh wilayah Amerika Latin, Indonesia dan berbagai wilayah tropis lainnya sebagai wujud dukungan yang kuat. Standar tersebut memuat serangkaian kriteria yang harus dipenuhi oleh yurisdiksi tropis untuk dapat menjual kredit karbon di tengah pasar karbon global yang semakin menguntungkan.

Komponen utama dari standar tersebut adalah pengakuan yurisdiksi – negara bagian, provinsi dan pemerintah subnasional lainnya yang berada di wilayah hutan tropis – terhadap Prinsip-Prinsip Kolaborasi dan Kemitraan antara Pemerintah Sub-Nasional, Masyarakat Adat, dan Komunitas Lokal. Prinsip-prinsip ini merupakan kumpulan awal dari prinsip-prinsip global yang menjabarkan cara-cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah regional untuk menjalin kolaborasi dengan kelompok-kelompok Masyarakat Adat dan komunitas lokal terkait strategi mitigasi perubahan iklim sekaligus untuk menjawab berbagai isu terkait hak, mata pencaharian serta partisipasi.

Secara global, diperkirakan terdapat 200 juta “masyarakat hutan”. Kelompok-kelompok ini, termasuk Masyarakat Adat dan komunitas-komunitas yang bergantung pada hutan, merupakan ujung tombak dari upaya perlindungan hutan tropis dunia dan memiliki peran penting dalam mengurangi emisi serta memperlambat perubahan iklim.

Saat ini, Mendoza bekerja dengan tim EII yang lebih besar untuk mendukung komite GCF di tingkat regional dalam pelaksanaan Prinsip-Prinsip ini.

Namun, ia pun mengatakan bahwa masih banyak tantangan yang muncul dalam memastikan Masyarakat Adat dan komunitas lokal betul-betul dilibatkan secara penuh oleh pemerintah regional ketika mereka menyusun strategi mitigasi. Tantangan ini antara lain pergantian anggota pemerintahan di tingkat lokal, negara bagian dan nasional, yang berpotensi mengabaikan komitmen-komitmen pemerintahan sebelumnya. Tantangan lain adalah fakta bahwa banyak kelompok-kelompok Masyarakat Adat dan komunitas lokal yang berpengaruh terorganisasi di tingkat nasional, sehingga koordinasi di tingkat negara bagian dan regional menjadi lebih rumit.

“Banyak dari mereka yang khawatir bahwa ketika mereka membuka dialog dengan pemerintah negara bagian, pengaruh mereka di tingkat nasional akan turun,” jelas Mendoza, yang menekankan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mengatasi berbagai kekhawatiran yang dirasakan kelompok-kelompok ini serta memastikan bahwa mereka betul-betul dilibatkan di dalam prosesnya.

Jason Gray dari Dewan Sumber Daya Udara California pun turut hadir di dalam lokakarya tersebut, di mana para anggota Komite secara resmi menerima California sebagai anggota. Komite ini pada awalnya dibentuk di wilayah adat Yurok di California Utara pada tahun 2017 dalam lokakarya peresmian yang dikoordinasikan oleh EII dan GCF serta didukung oleh Environmental Defense Fund dan Forest Trends.

Para perwakilan organisasi Masyarakat Adat dari seluruh wilayah, antara lain Mesoamerican Alliance of Peoples and Forests (AMPB) dan Coordinator of Indigenous Organizations of the Amazon Basin (COICA) pun hadir dalam lokakarya tersebut, juga para perwakilan dari masing-masing wilayah utama Satuan Tugas GCF (Brasil, Peru, Meksiko, dan Indonesia).

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...