2020
Agu

Laporan baru menawarkan pandangan dalam terhadap upaya Indonesia dalam mengatasi kebakaran lahan gambut

Kebakaran hebat yang melanda Indonesia pada tahun 2015 dan 2019 memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi kerusakan yang terus menerus pada lahan gambut di negara ini. Studi baru menemukan bahwa program pemerintah yang diluncurkan untuk menangani kebakaran gambut dapat membantu mengurangi ancaman kebakaran di masa depan sekaligus membantu masyarakat lokal.

Temuan ini merupakan bagian dari laporan baru yang dipublikasikan hari Kamis lalu oleh Earth Innovation Institute (EII).

Dibentuk pada tahun 2016, Badan Restorasi Gambut (BRG) ditugaskan untuk melaksanakan serangkaian intervensi di tujuh provinsi yang mencakup hampir 2,5 juta hektar lahan gambut yang terdegradasi. Dengan mengadopsi apa yang disebut sebagai “pendekatan 3R”, program ini berfokus pada pembasahan (Rewetting) dan revegetasi (Revegetation) lahan gambut yang terdegradasi, serta revitalisasi (Revitalisation) mata pencaharian lokal melalui serangkaian bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Seorang petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran gambut yang menyebar ke perkebunan kelapa sawit rakyat di Siak, Riau, Sumatra. Kebakaran yang lolos dapat menyebabkan kerugian bagi petani kecil yang kehilangan hasil panennya, membahayakan keselamatan rumah dan kesehatan mereka. (Foto oleh Matt Warren)

Menurut penulis laporan tersebut, empat tahun setelah peluncurannya, intervensi BRG menunjukkan tanda-tanda awal kesuksesan.

“Kami menemukan bahwa sejak pelaksanaan intervensi BRG, titik panas (hotspot) tahunan dan luasan area terbakar di wilayah yang menjadi fokus studi ini umumnya lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata titik api tahunan sebelum adanya intervensi, dengan mayoritas titik api ditemukan di area yang telah mengalami deforestasi, “kata penulis utama Nindita Hapsari, peneliti EII yang tinggal di Indonesia. “Studi ini juga menemukan bahwa kepadatan titik api jauh lebih rendah di area yang berdekatan dengan infrastruktur pembasahan BRG, yang menunjukan bahwa infrastruktur tersebut efektif dalam mengurangi kebakaran.”

Peneliti EII menganalisa dua kabupaten di dua dari tujuh provinsi prioritas BRG, yakni Pulang Pisau di Kalimantan Tengah dan Siak di Riau. Kedua wilayah tersebut mengalami kehilangan hutan dan degradasi lahan gambut yang ekstensif dalam beberapa dekade terakhir, dimana sebagian besar didorong oleh perubahan lahan menjadi lahan pertanian oleh petani kecil dan pemerintah.

Perkebunan kelapa sawit dan kayu merupakan sumber utama hilangnya lahan gambut, sedangkan bencana Proyek Lahan Gambut (Mega Rice Project) di tahun 1995-96 mendegradasi lahan gambut yang sangat luas, sehingga menjadi rawan kebakaran. (Rencana pemerintah saat ini untuk mengembangkan hampir 1 juta hektar lahan gambut untuk budidaya kembali menimbulkan kekhawatiran di antara banyak pihak akan terulangnya bencana Proyek Lahan Gambut.)

Di Pulang Pisau, kabupaten yang terletak di tepi selatan pulau Kalimantan di mana hampir 70% wilayah provinsi ini ditutupi oleh lahan gambut, BRG membangun 1.650 sekat kanal (yang digunakan untuk menaikkan permukaan air yang dapat membantu membasahi lahan gambut yang kering) dan 6.515 sumur bor (yang digunakan untuk memadamkan kebakaran di permukaan lahan) antara tahun 2016-18. Di Siak, kabupaten yang terletak di tengah pulau Sumatra, BRG membangun 178 sekat kanal dan 202 sumur bor.

BRG juga memberikan serangkaian paket dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok komunitas. Paket tersebut mencakup berbagai jenis dukungan, mulai dari dukungan untuk peternakan sapi lokal hingga produksi madu, pengelolaan perikanan, dan metode pembukaan lahan yang tidak menggunakan api. Laporan tersebut memuji langkah-langkah ini, yang membantu mendiversifikasi aliran pendapatan lokal serta mengurangi tekanan pada hutan dan lahan gambut lokal.

“Program revitalisasi BRG telah menunjukkan keberhasilan dalam menyediakan mata pencaharian alternatif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal,” penulis menyimpulkan. “Sebagian dari keuntungan yang dihasilkan dari program-program tersebut juga disalurkan untuk upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran lokal.”

Dukungan terhadap perikanan lokal merupakan salah satu upaya dukungan revitalisasi yang dilakukan BRG. (Source: BRG)

Berdasarkan temuan laporan tersebut, rata-rata luas area yang terbakar di setiap wilayah menurun setengahnya dalam beberapa tahun setelah adanya intervensi BRG, sementara titik api yang tercatat dan terkait dengan insiden kebakaran juga menurun tajam selama periode yang sama. Satu-satunya pengecualian adalah pada tahun 2019, ketika kebakaran menghanguskan sekitar 328.000 hektar hutan dan lahan gambut di seluruh Sumatra dan Kalimantan.

Sebagian besar kawasan yang ditargetkan BRG – 1,4 juta hektar – berada di kawasan perkebunan kelapa sawit atau kayu, membatasi peran BRG untuk memberikan bantuan teknis kepada pemegang konsesi. Area yang tersisa terletak di lahan non-konsesi, memberikan BRG fleksibilitas yang lebih besar, baik dalam jenis maupun pengelolaan intervensi lokal.

Indonesia merupakan rumah bagi 36% (15 juta hektar) lahan gambut tropis dunia dan menyimpan sekitar 28 miliar ton – atau senilai tiga tahun – emisi karbon global. Negara ini adalah penghasil emisi gas rumah kaca, yang terkait dengan degradasi lahan gambut, terbesar di dunia.

Lahan gambut adalah salah satu ekosistem paling padat karbon di planet ini, yang terbentuk selama ribuan tahun oleh lapisan biomassa yang sebagian terdegradasi dan terus menumpuk. Ketika terbakar, lahan gambut hampir seketika melepaskan sejumlah besar simpanan karbonnya ke atmosfer.

Laporan baru ini adalah studi awal tentang intervensi BRG di Indonesia. Walaupun temuan ini menawarkan secercah optimisme, penulis mengatakan bahwa dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengukur implikasi jangka panjang dari strategi ini dan untuk membuat penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan efektivitas yang berkelanjutan.

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...