2021
Mei

Tanya Jawab: Negara-negara bagian Brasil menyambut inisiatif LEAF baru dengan optimisme dan waspada

Inisiatif LEAF (Lowering Emissions by Accelerating Forest Finance, atau Penurunan Emisi dengan Mempercepat Pendanaan Hutan) yang baru diumumkan pada penutupan KTT perubahan iklim di Washington DC pada bulan April lalu menimbulkan gelombang antusiasme dari para pendukung lama pendanaan iklim internasional untuk hutan. Banyak yang merasa bahwa, setelah bertahun-tahun menunggu, perluasan pendanaan untuk perlindungan hutan di kawasan tropis melalui komitmen besar dari perusahaan, yang merupakan kunci untuk mengelola krisis iklim, dapat dilakukan. Inisiatif ini menyelaraskan aktor pemerintah (Norwegia, AS, Inggris) dengan perusahaan multinasional (Amazon, Unilever, Salesforce, dan lainnya) yang berupaya untuk mengurangi jejak karbon mereka melalui pembelian kredit pengurangan emisi yang terverifikasi dari kawasan hutan tropis. Inisiatif LEAF menjanjikan pembelian kredit senilai $ 1 miliar dari program yang bersifat “yurisdiksional” yang memenuhi syarat. Kredit akan diverifikasi melalui standar ART/TREES yang baru, yang menjabarkan serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi yurisdiksi agar dapat menjual kredit di pasar karbon hutan yang sedang berkembang. Monica de Los Rios mengarahkan program EII di Brasil, dan menyatakan bahwa meskipun masih ada kendala yang harus diatasi untuk dapat berpartisipasi dalam inisiatif LEAF dan kekhawatiran mengenai kapan dana akan benar-benar tersedia, LEAF adalah seperti “cahaya dalam kegelapan” bagi negara bagian Amazon yang bekerja untuk melindungi hutan dengan sumber daya yang terbatas.

Apa potensi yang dimiliki LEAF dan ART/TREES untuk mempercepat pendanaan untuk perlindungan hutan?

Program REDD+ (Reduced Emissions from Deforestation and Forest Degradation, atau Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan) PBB adalah mekanisme pertama dan terbesar untuk pendanaan solusi berbasis alam untuk perubahan iklim. Meskipun REDD+ pada awalnya dikemas sebagai mekanisme untuk memberikan penghargaan terhadap pengurangan emisi di seluruh negeri, sebagian besar implementasi REDD+ dilakukan melalui pendekatan berbasis proyek, menawarkan kredit karbon dari proyek individu yang biasanya memiliki ruang lingkup terbatas dan terikat pada serangkaian standar dan metodologi yang berbeda.

Akibatnya, ada banyak risiko yang terlibat. Maka dari itu, pada tahun 2010, Negara Bagian Acre, Brasil membuat program yurisdiksinya sendiri untuk menangani deforestasi secara komprehensif. Saya ikut serta dalam proses pembuatan program tersebut sebagai Direktur Teknis pertama di Climate Change Institute Acre, yang bertugas untuk mengoordinasikan perancangan dan implementasi program. Idenya adalah untuk memperlambat deforestasi secara sistematis di seluruh negara bagian melalui strategi pembangunan pedesaan yang lebih luas, dengan memanfaatkan kebijakan publik dan memastikan agar manfaat ekonomi dan sosial dari perlindungan hutan dibagi secara merata.

Namun pada tahap awal, permintaan terhadap kredit yurisdiksi REDD+ — dan kumpulan pendanaan yang tersedia — masih terbatas. Karena negara bagian di Amazon Brasil sekarang bekerja untuk menjalankan program yurisdiksi mereka sendiri untuk mencegah dan mengendalikan deforestasi, mereka menghadapi biaya pembangunan yang sangat tinggi di wilayah yang berpenduduk 30 juta orang di mana kemiskinan merajalela dan diperparah oleh pandemi COVID 19. Dalam konteks ini, inisiatif LEAF adalah secercah cahaya dalam kegelapan. Ini merupakan inisiatif pertama yang menawarkan standar dan kerangka kerja untuk strategi yurisdiksi yang ketat dan didukung oleh banyak permintaan dari perusahaan besar, meskipun masih ada tantangan ke depan.

Apa dampak dari peralihan menuju pendekatan yurisdiksi seperti yang didefinisikan di bawah inisiatif LEAF untuk perlindungan hutan?

Pendekatan berbasis proyek yang mendominasi tahap awal REDD+ akan terus memiliki peran penting, terutama ketika semakin banyak proyek yang dirancang untuk “bersarang” dalam program yurisdiksi. Ditambah lagi, karena adanya kemungkinan bahwa yurisdiksi memerlukan beberapa waktu sebelum siap untuk menjual kredit melalui ART/TREES, proyek ini dapat menawarkan alternatif kepada yurisdiksi-yurisdiksi untuk memanfaatkan pendanaan iklim dari sektor swasta. Namun, proyek-proyek ini pada akhirnya akan memiliki peran yang terbatas, dikarenakan cara dan skala dimana mereka beroperasi. Kredit karbon melalui proyek-proyek REDD+ kebanyakan berasal dari pengurangan deforestasi, yang berarti kredit tersebut hanya tersedia bagi mereka yang memiliki kepemilikan lahan yang jelas dan dapat menjamin perlindungan tegakan hutan untuk selamanya. Pada saat yang sama, proyek REDD+ hanya terbuka bagi entitas yang memiliki dana yang dibutuhkan untuk menutupi biaya terkait, dan jumlah entitas tersebut sangat terbatas. Saya telah menyebutkan mengenai kurangnya keseragaman dalam standar dan metodologi untuk menghitung dan memverifikasi kredit berbasis proyek. Namun, proyek-proyek ini juga beroperasi dalam skala yang lebih kecil, sehingga besaran dampaknya dalam hal pengurangan emisi pun juga terbatas. Ambisi yang kita butuhkan di tingkat global menuntut inisiatif skala besar seperti yang ditawarkan melalui pendekatan yurisdiksi. Kami tidak punya waktu untuk berjalan lambat.

Ada kekhawatiran bahwa pengurangan emisi yang direpresentasikan oleh kredit karbon bersifat sementara atau tidak ada. Apakah Anda yakin bahwa kredit yang dibeli melalui LEAF akan menunjukkan pengurangan yang sebenarnya?

Standar ART/TREES mengukur pengurangan emisi dengan sangat ketat, termasuk potensi pemberian kredit berlebih. Daripada mengandalkan proyeksi dan model komputer, ART/TREES mendasarkan pengukurannya pada pola historis deforestasi dan degradasi hutan. ART/TREES juga mempertimbangkan faktor ketidakpastian, termasuk kemungkinan kebocoran (di mana deforestasi dialihkan ke luar yurisdiksi), yang mengharuskan yurisdiksi mengurangi jumlah kredit yang diklaim. Dan karena kredit dihasilkan ada pada skala yurisdiksi, hanya ada satu standar yang digunakan untuk mengukurnya, tidak seperti kredit berbasis proyek yang standarnya bervariasi, sehingga sulit, bahkan tidak mungkin, untuk membandingkan kredit antar proyek.

Bagaimana pemerintah negara bagian di Brasil melihat inisiatif baru ini?

Profil keberlanjutan yurisdiksi untuk Mato Grasso. Temukan lebih banyak profil di sini.

Di bawah ART/TREES, yurisdiksi sub-nasional — yang hanya akan diizinkan untuk menjual kredit di pasar hingga 2030 — memerlukan otorisasi di tingkat nasional yang menunjukkan langkah-langkah untuk memitigasi penghitungan pengurangan yang ganda serta “penyesuaian yang sesuai” untuk pencapaian negaranya menuju Komitmen Perjanjian Paris. Meskipun pemerintah federal saat ini mendukung pasar karbon sukarela, mereka belum mengatakan apakah akan mendukung negara bagian dalam inisiatif sub-nasional mereka, dengan adanya pertimbangan potensi dampak pada Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution atau NDC) Brasil dan pada sektor ekonomi lainnya. Ini adalah perhatian utama sekarang di antara negara bagian.

Kemudian ada kekhawatiran di antara negara bagian tertentu, termasuk Mato Grosso, yang melihat penurunan deforestasi drastis di awal dekade terakhir. Di bawah ART/TREES, penurunan itu tidak dikenali. Melainkan, penilaian di negara bagian dilakukan berdasarkan laju deforestasi saat ini, yang artinya mereka perlu mencegah peningkatan deforestasi. Dan disinilah hal ini menjadi rumit, tidak hanya untuk Mato Grosso tetapi untuk negara bagian lain di Amazon Brasil, di mana putaran pemilihan di seluruh negara bagian berikutnya dijadwalkan pada tahun 2022.

Akan sangat sulit bagi negara bagian Amazon Brasil manapun untuk menerima pembayaran melalui ART/TREES sebelum pemilihan; untuk sebagian besar negara bagian, ini akan memakan waktu beberapa tahun. Sulit untuk mempertahankan kemauan politik gubernur untuk berinvestasi dalam strategi perlindungan hutan dengan imbalan pembayaran yang tidak akan diterima sampai jabatan mereka digantikan. Negara-negara bagian seperti Amapá, Maranhão dan Tocantins — yang telah mengambil langkah-langkah untuk memenuhi persyaratan di bawah TREES — perlu mengeluarkan dana untuk menjaga agar deforestasi tetap rendah di tahun-tahun mendatang, dan mereka tidak punya dana. Acre dan Mato Grosso sudah memiliki sistem perlindungan hutan yang kuat tetapi juga perlu berinvestasi besar untuk memenuhi persyaratan ART/TREES. Tekanan hutan di negara-negara bagian ini mungkin berbeda, tetapi mereka semua menghadapi tantangan yang sama, yaitu bertransisi ke model pembangunan yang lebih efisien. Inilah mengapa pendanaan untuk inisiatif yurisdiksi sangat penting sebelum kredit diverifikasi untuk mendukung transisi ini.

Bagaimana dengan masyarakat adat dan komunitas lokal? Bagaimana pengaruhnya terhadap mereka?

Yang jelas bagi saya, setidaknya dalam kasus Acre dan Mato Grosso, adalah pendekatan yurisdiksi LEAF dan ART/TREES dapat membantu memberikan manfaat REDD+ kepada komunitas ini. Di Brasil, banyak kelompok adat yang hingga kini belum dapat mengakses pendanaan melalui proyek-proyek REDD+ karena hanya sedikit deforestasi yang terjadi di wilayah mereka. Masyarakat adat biasanya mempertahankan tegakan hutan mereka, bahkan ketika wilayah mereka dikelilingi oleh deforestasi. Tetapi karena proyek-proyek REDD+ berfokus pada penghargaan terhadap pengurangan deforestasi, peran mereka sebagai penjaga hutan tidak dihargai.

Jauh lebih mudah untuk memberikan dana kepada masyarakat adat melalui program yurisdiksi REDD+. Pengawasan merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa pengakuan hak dilaksanakan dan bahwa masyarakat adat memiliki otonomi untuk memilih keluar dari program yurisdiksi atau untuk mengerjakan proyek individu. Namun di bawah pendekatan yurisdiksi, pengurangan emisi diukur dan dihargai di seluruh negara bagian dan provinsi, dan kesepakatan pembagian manfaat dibuat untuk mengalokasikan pendapatan REDD+ secara adil di antara sektor-sektor. Jika program dirancang sedemikian rupa dengan memastikan penerapan perlindungan sosial dan lingkungan, inisiatif baru ini untuk pertama kalinya dapat membawa manfaat REDD+ yang berarti bagi masyarakat adat.

Ditambah lagi, ada beberapa preseden untuk ini. Di Mato Grosso, pendanaan dari program REDD untuk Penggerak Awal (REDD for Early Movers atau REM; inisiatif pembayaran berbasis kinerja yang didukung oleh Jerman dan Inggris) didistribusikan melalui strategi pembagian manfaat. Strategi tersebut dikembangkan dengan berkonsultasi dengan Federasi Masyarakat Adat dan Organisasi Mato Grosso (Federation of Indigenous Peoples and Organizations of Mato Grosso atau FEPOIMT), yang memimpin proses yang melibatkan anggota dari 43 komunitas adat untuk menentukan bagaimana dana tersebut akan digunakan. Hal ini mungkin terjadi karena ini adalah program yurisdiksi, bukan proyek.

Apa yang dilakukan EII untuk membantu negara-negara bagian agar mematuhi ART/TREES?

Di tingkat nasional, kami berupaya untuk mengidentifikasi kerangka hukum — termasuk opsi untuk penyesuaian yang sesuai berdasarkan Pasal 6 Perjanjian Paris — yang dapat membukakan pintu bagi pemerintah federal yang mengizinkan negara bagian untuk menjual kredit yurisdiksi melalui pasar sukarela. Kami juga saat ini bekerja dengan Acre, Tocantins, dan Mato Grosso untuk mendukung strategi yurisdiksi mereka dan untuk mengidentifikasi celah yang ada dalam persyaratan kepatuhan. Hal ini termasuk studi untuk mencari tahu mengenai badan hukum seperti apa yang diperlukan untuk menjual kredit serta analisis model pembagian manfaat untuk memastikan distribusi dana yang adil dan menjangkau masyarakat yang bertanggung jawab atas perlindungan hutan, termasuk masyarakat adat dan masyarakat lokal. Ada banyak pilihan untuk menggunakan unit pengurangan emisi dan pendapatannya. Misalnya, mereka dapat mengurangi jejak karbon komoditas pertanian, atau negara-negara bagian dapat mengalokasikan dana ini untuk mendukung proyek di wilayah adat. Kita perlu mempelajari semua opsi ini sehingga pemerintah dapat memilih model terbaik di antara banyak opsi yang mereka miliki.

Apa yang dibutuhkan untuk memastikan LEAF/ART-TREES dapat memenuhi potensinya?

Apa yang dibutuhkan adalah keuangan bagi negara-negara bagian untuk mengembangkan strategi pembangunan yang ramah-hutan serta inklusif secara sosial dan untuk mematuhi persyaratan ART/TREES. Investasi awal seperti itu akan mengirimkan sinyal dukungan yang kuat ke yurisdiksi saat mereka bekerja untuk menunjukkan hasil. Mereka akan menciptakan jalan menuju transisi ke tata guna lahan yang berkelanjutan. Masalahnya, karena deforestasi meningkat di Amazon Brasil, banyak yang ingin melihat apakah komitmen yang dibuat oleh pemerintah nasional akan dipenuhi sebelum transaksi terjadi. Namun, tanpa sumber daya yang diperlukan di awal, termasuk insentif untuk menjaga laju deforestasi agar tetap rendah, pemerintah di Brasil — yang semuanya akan menghadapi pemilihan umum pada tahun depan — akan mengalihkan fokus mereka ke tantangan yang lebih mendesak, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pemulihan ekonomi.

Dan itulah bagian yang sulit saat ini.

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...